Jumat, 04 Februari 2011

VEMBAZAX_RM 1971

Pembangunan Jakarta, sekolah yang berada dalam ruas jalan Balai Pustaka, Rawamangun. Pelajar-pelajar dari seantero Jabodetabek berkumpul untuk menuntut ilmu, dan berbagai macam karakter orang bersentuhan serta bersosialisasi hingga terbentuk sebuah kesamaan dalam sebuah solidaritas. Dari sebuah solidaritas lahirlah sebuah fanatisme akan sebuah nama besar yang selalu dikenang sepanjang hidup kami. VEMBAZAX, telah memberikan dan mengajarkan kami arti besar sebuah kebersamaan dan persaudaraan. VEMBAZAX memberikan kebanggaan kepada diri kami, sehingga membuat kesulitan bagi kami untuk menyandangnya. Pergi dan pulang sekolah adalah pelajaran ekstra yang harus kami tempuh hanya untuk sampai ditujuan, pelajaran hidup tentang mempertahankan nyawa dibadan dan gengsi sebuah nama besar. Angkutan umum menjadi sarana vital kami untuk pergi dan pulang sekolah, tapi sarana umum ini sudah tak aman untuk kami. Setiap hari kami harus mempertaruhkan nyawa didalam angkutan ini, pelajar-pelajar sekolah lain setiap hari selalu menunggu kami lengah. Tapi VEMBAZAX telah banyak mengajarkan kami untuk saling melindungi dan menyayangi satu sama lain, walau kami berbeda Jurusan, tapi kami disatukan oleh Plang Sekolah. Setiap pergi dan pulang kami saling menjaga dan melindungi satu sama lain, dalam Basis-basis angkutan umum. Dibasis inilah kami diajarkan menjadi seorang laki-laki pemberani walau dihati kami merasa adalah seorang pengecut. Tapi kami harus tetap berdusta pada diri sendiri jika tidak ingin dibilang banci. Kenangan akan selalu tersimpan dalam benak kami, walau kami kini terpisahkan satu sama lain oleh waktu dan jarak. . Benar adanya kata-kata dalam lagu Iwan Fals, "Disini kami lahir, disini kami besar. Disini kami merasa, bodoh".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar