Pemenang selalu menjadi bagian dari jawaban; Pecundang selalu menjadi bagian dari masalah.
Pemenang selalu memiliki program; Pecundang selalu memiliki alasan.
Pemenang berkata, "Biarkan saya melakukanya untuk anda"; Pecundang berkata, "Itu bukan pekerjaan saya."
Pemenang melihat jawaban untuk setiap masalah; Pecundang melihat masalah bagi setiap jawaban.
Pemenang berkata, "Ini mungkin sulit, tapi mungkin"; Pecundang berkata, "Ini mungkin bisa, tapi terlalu sulit."
Saat pemenang melakukan kesalahan, ia berkata, "Saya Salah"; Saat pecundang melakukan kesalahan, ia berkata, "Itu bukan Salahku."
Pemenang membuat komitmen; Pecundang membuat janji.
Pemenang memiliki impian; Pecundang memiliki skema.
Pemenang berkata, "aku harus melakukan sesuatu"; Pecundang berkata, "Sesuatu harus dilakukan."
Pemenang adalah bagian dari tim; Pecundang terpisah dari tim.
Pemenang melihat keuntungan; Pecundang melihat rasa sakit.
Pemenang melihat kemungkinan; Pecundang melihat masalah.
Pemenang percaya pada kemenangan; Pecundang percaya, mereka untuk menang seseorang harus kalah.
Pemenang melihat potensi; Pecundang melihat masa lalu
Pemenang seperti Thermostat; Pecundang sepeti Thermometer
Pemenang memilih apa yang mereka katakan; Pecundang mengatakan apa yang mereka pilih.
Pemenang menggunakan argumentasi keras tapi kata-kata lembut; Pecundang menggunakan argumentasi lunak tapi kata-kata keras
Pemenang berpegang teguh pada nilai tapi berkompromi dengan hal-hal kecil; Pecundang berdiri teguh pada hal-hal kecil tapi kompromi pada nilai-nilai.
Pemenang mengikuti filosofi empati: "Jangan lakukan pada orang lain apa yang Anda tidak ingin mereka lakukan untuk Anda"; Pecundang mengikuti filosofi: "Lakukan pada orang lain sebelum mereka melakukanya pada Anda."
Pemenang membuat sesuatu terjadi; Pecundang membiarkan hal itu terjadi.
Pemenang merencanakan dan mempersiapkan diri untuk menang. Kata kuncinya adalah persiapan.
*****
Sumber: Facebook / Setitik Embun Inspirasi Bagi Jiwa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar